Tasawuf

KUNCI JAWABAN DAN SOAL TAM PEDAGOGIK (MODUL 2)

KUNCI JAWABAN DAN SOAL TAM MODUL 2 FIQIH PPG BACTH 4 24 November 2025 1.       Dalam pembelajaran berbasis masalah (PBL), peran guru lebi...

Selasa, 16 Desember 2025

KUNCI JAWABAN DAN SOAL TAM PEDAGOGIK (MODUL 2)

KUNCI JAWABAN DAN SOAL TAM MODUL 2 FIQIH

PPG BACTH 4 24 November 2025


1.      Dalam pembelajaran berbasis masalah (PBL), peran guru lebih menekankan pada:

C. Memfasilitasi diskusi kelompok dan mengarahkan siswa mencari solusi mandiri

2.      Salah satu indikator keberhasilan pembelajaran berbasis masalah adalah:

B. Siswa aktif bertanya dan berdiskusi untuk menemukan solusi masalah

3.      Dalam tahap identifikasi masalah pada model PBL, hal utama yang perlu dilakukan siswа adalah:

B. Menganalisis permasalahan dari berbagai sudut pandang berdasarkan data yang dikumpulkan

4.      Keuntungan utama penerapan model PBL dalam pembelajaran adalah:

A. Meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa

5.      Strategi yang paling efektif dalam mengevaluasi keberhasilan pembelajaran berbasis

masalah adalah:

B. Menilai proses berpikir siswa melalui portofolio dan refleksi pembelajaran

6.      Dalam model pembelajaran berbasis proyek (PjBL), peran utama guru adalah...

A. Memfasilitasi proses pembelajaran dengan memberikan panduan dan sumber daya yang relevan.

7.      Keunggulan dari model pembelajaran berbasis proyek dibandingkan metode pembelajaran tradisional adalah...

A. Meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa.

8.      Kriteria evaluasi keberhasilan pembelajaran berbasis proyek meliputi...

A. Kualitas dan relevansi produk atau solusi yang dihasilkan siswa.

9.      Tantangan utama dalam implementasi pembelajaran berbasis proyek adalah...

B. Memerlukan perencanaan yang matang agar proyek dapat berjalan dengan efektif.

10.  Menurut teori diferensiasi, pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan individu

siswa. Manakah pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan prinsip dasar diferensiasi?

B. Guru harus menyesuaikan materi, proses, dan produk pembelajaran berdasarkan minat, kesiapan, dan profil belajar siswa

11.  Apa tujuan utama dari pendekatan Differentiated Instruction dalam pembelajaran?

A. Memberikan pengalaman belajar yang sesuai dengan kesiapan, minat, dan profil belajar siswa

12.  Bagaimana cara guru menyesuaikan "proses" dalam pembelajaran diferensiasi?

A. Memberikan pilihan aktivitas berdasarkan gaya belajar siswa

13.  Dalam praktik Differentiated Instruction, "produk" mengacu pada...

A. Cara siswa menunjukkan pemahaman mereka dalam berbagai format sesuai preferensi mereka

14.  Jelaskan bagaimana konsep dasar Differentiated Learning dapat diterapkan dalam pembelajaran Fikih untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa yang beragam!

E. Menjelaskan definisi, prinsip, contoh konkret, serta strategi evaluasi dampaknya dalam Fikih.

15.  Dalam Differentiated-Based Learning, guru Fikih harus menyesuaikan pembelajaran berdasarkan kesiapan, minat, dan profil belajar siswa. Manakah strategi berikut yang paling sesuai dengan pendekatan ini?

E. Mendesain pembelajaran yang fleksibel dengan strategi yang beragam, menggunakan asesmen formatif untuk menyesuaikan kebutuhan setiap siswa

16.  Dalam penerapan Differentiated-Based Learning pada pembelajaran Fikih, bagaimana cara terbaik bagi guru dalam menilai keberagaman gaya belajar siswa?

E. Menganalisis data dari berbagai asesmen formatif, diagnostik, dan sumatif secara berkelanjutan untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan setiap siswa.

17.  Dalam pendekatan Differentiated-Based Learning, bagaimana seorang guru Fikih dapat membedakan proses pembelajaran?

E. Merancang aktivitas pembelajaran dengan tingkat kesulitan yang berbeda sesuai kesiapan siswa, memberikan umpan balik berkelanjutan, serta mendorong refleksi belajar.

18.  Bagaimana cara guru Fikih menerapkan Differentiated-Based Learning dalam aspek produk pembelajaran?

E. Mengintegrasikan penilaian autentik dengan berbagai pilihan tugas yang disesuaikan dengan kesiapan, minat, dan gaya belajar siswa.

19.  Dalam pembelajaran diferensiasi, bagaimana peran teknologi dapat dioptimalkan dalam pembelajaran Fikih?

E. Menerapkan blended learning dengan berbagai teknologi yang mendukung pengalaman belajar berbasis diferensiasi secara optimal.

20.  Dalam konteks pembelajaran Fikih berbasis TPACK, bagaimana seorang guru dapat mengintegrasikan teknologi secara efektif?

E. Mendesain pembelajaran berbasis teknologi yang sesuai dengan kebutuhan siswa, mengintegrasikan alat digital secara kreatif, dan menerapkan asesmen berbasis teknologi secara berkelanjutan.

21.  Bagaimana penerapan TPACK dalam pembelajaran Fikih dapat meningkatkan

keterampilan berpikir kritis siswa?

E. Siswa secara mandiri meneliti, mengevaluasi, dan menyajikan analisis mereka tentang isu-isu Islam kontemporer menggunakan berbagai media teknologi.

22.  Seorang guru Fikih ingin menggunakan teknologi untuk memfasilitasi pembelajaran

berbasis proyek (PBL). Strategi mana yang paling sesuai dengan pendekatan TPACK?

E. Siswa secara kolaboratif merancang kampanye penggalangan dana infak dan sedekah berbasis multimedia menggunakan berbagai teknologi (website, animasi, dan media sosial) serta mengukur dampaknya melalui data analitik digital.

23.  Dalam pembelajaran Fikih berbasis TPACK, bagaimana cara terbaik untuk menyesuaikan teknologi dengan prinsip pedagogi yang efektif?

E. Menyesuaikan teknologi dengan kebutuhan pembelajaran, memastikan keselarasan dengan strategi pedagogis, dan terus mengevaluasi efektivitas penggunaannya dalam meningkatkan pemahaman siswa.

24.  Dalam konsep TPACK, bagaimana peran Content Knowledge (CK) dalam

pembelajaran Fikih yang berbasis teknologi?

E. Mengembangkan pembelajaran yang menghubungkan teori dan praktik Islam dengan teknologi, serta memberikan pengalaman belajar yang interaktif dan kontekstual.

25.  Seorang guru ingin menggunakan teknologi untuk meningkatkan pemahaman

siswa terhadap hukum Islam (Fiqh). Strategi mana yang paling efektif?

E. Siswa menggunakan berbagai teknologi untuk mengeksplorasi, menganalisis, dan membuat simulasi hukum fiqh dalam konteks kehidupan nyata, serta mempresentasikannya dalam platform digital.

26.  Bagaimana penggunaan Pedagogical Knowledge (PK) dalam penerapan TPACK untuk pembelajaran Fikih?

E. Merancang pengalaman belajar yang mengintegrasikan berbagai teknologi, mempertimbangkan kebutuhan siswa, serta menggunakan pedagogi yang inovatif dan berbasis penelitian.

27.  Dalam pembelajaran Fikih berbasis TPACK, bagaimana asesmen dapat dilakukan secara optimal?

E. Mengembangkan asesmen multimodal yang mengintegrasikan analisis data, refleksi siswa, serta umpan balik adaptif berbasis kecerdasan buatan.

28.  Bagaimana pendekatan TPACK dapat membantu pembelajaran ibadah dalam Fikih

E. Menerapkan pembelajaran berbasis pengalaman digital, di mana siswa membuat proyek sosial menggunakan teknologi untuk menebarkan nilai-nilai kebaikan.

29.  Dalam pembelajaran Fikih berbasis TPACK, bagaimana seorang guru dapat meningkatkan literasi digital siswa?

E. Mengembangkan kurikulum yang mengintegrasikan literasi digitaltika teknologi, serta keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran fiqih

30.  Bagaimana pendekatan mindful learning dapat diterapkan dalam pembelajaran Fikih?

E. Siswa menginternalisasi nilai-nilai Islam melalui meditasi reflektif, praktik ibadah yang khusyuk, dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari.

31.  Bagaimana strategi terbaik untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna (Meaningful Learning) dalam Fikih?

D. Siswa merancang solusi berbasis nilai Islam untuk permasalahan sosial dan menerapkannya dalam aksi nyata.

32.  Dalam pembelajaran Fikih, bagaimana joyful learning dapat diterapkan secara efektif?

D. Pembelajaran dirancang dengan pendekatan gamifikasi, seni, dan pengalaman kolaboratif yang menyenangkan, sekaligus membangun pemahaman dan kecintaan pada ajaran Islam.

33.  Seorang guru fiqih ingin mererapkan mindful learning dalam memahami konsep sedekah strategi mana yang paling tepat?

D. Siswa secara aktif mempraktikkan sedekah melalui kegiatan reflektif, meditasi spiritual dan proyek sosial berbasis kasih saying serta keikhlasan.

34.  Bagaimana pembelajaran Fikih berbasis meaningful learning dapat

meningkatkan pemahaman siswa tentang jual beli?

D. Siswa mengembangkan proyek jual beli melaui berbagai tempat seperti pasar, Supermarket atau aplikasi online untuk menumbuhkan pemahaman etika bisnis berdasarkan hukum Islam.

35.  Dalam konteks joyful learning, bagaimana cara terbaik bagi guru untuk

mengajarkan konsep Riba kepada siswa?

D. Pembelajaran riba berbasis pengalaman, melalui tantangan hidup sederhana selama sehari, siswa diajak untuk merasakan langsung bagaimana keterbatasan sumber daya dapat memicu praktik riba, serta dampaknya terhadap individu dan masyarakat.

36.  Seorang guru ingin menanamkan nilai kejujuran melalui mindful learning.

Pendekatan mana yang paling efektif?

C. Siswa berlatih mindful reflection tentang kejujuran melalui jurnal reflektif dan mengembangkan proyek sosial berbasis integritas.

37.  Dalam konteks supervisi klinis untuk pembelajaran Fikih, bagaimana cara terbaik

seorang guru dapat merefleksikan efektivitas pengajaran berdasarkan bimbingan konseling?

A. Guru melakukan analisis rekaman mengajar bersama supervisor untuk mengidentifikasi area peningkatan.

38.  Dalam supervisi klinis, bagaimana peran bimbingan konseling dalam meningkatkan kualitas pengajaran Fikih?

A. Membantu guru menemukan solusi dalam menghadapi tantangan emosional dan pedagogis.

39.  Bagaimana strategi supervisi klinis yang efektif dalam membimbing guru Fikih menghadapi kesulitan mengajar siswa dengan kebutuhan khusus?

A. Supervisor memberikan pelatihan dan simulasi interaktif terkait pengajaran inklusif dalam Fikih.

40.  Apa langkah utama dalam pendekatan supervisi klinis untuk meningkatkan

efektivitas layanan bimbingan konseling dalam pembelajaran Fikih?

A. Observasi, refleksi, umpan balik dan perbaikan strategi pembelajaran

41.  Bagaimana layanan bimbingan konseling dapat membantu guru Fikih mengembangkan keterampilan komunikasi dalam supervisi klinis?

C. Guru diberikan simulasi interaksi dengan siswa dan refleksi terhadap cara komunikasi yang digunakan.

42.  Dalam pembelajaran Fikih yang inklusif, bagaimana guru dapat menumbuhkan empati dan toleransi antar siswa?

A. Melibatkan siswa dalam kegiatan berbasis kerja sama yang mempromosikan kesetaraan dan penghargaan terhadap perbedaan.

43.  Apa tantangan utama dalam menerapkan pendidikan inklusi dalam pembelajaran Fikih?

A. Kurangnya sumber daya dan pelatihan bagi guru dalam menangani siswa berkebutuhan khusus

44.  Bagaimana seorang guru dapat mengevaluasi efektivitas pembelajaran Fikih yang inklusif?

A. Melakukan asesmen berbasis observasi, wawancara, dan portofolio siswa berkebutuhan khusUS.

45.  Bagaimana peran kolaborasi antara guru Fikih dan guru pendamping khusus

dalam pendidikan inklusi?

A. Guru Fikih dan guru pendamping bekerja sama dalam merancang strategi pembelajaran yang sesuai bagi siswa inklusi.

46.  Dalam pembelajaran Fikih yang inklusif, bagaimana guru dapat membangun

motivasi belajar bagi siswa berkebutuhan khusus?

A. Menciptakan lingkungan belajar yang suportif, adaptif, dan berbasis kekuatan setiap siswa.

47.  Bagaimana strategi terbaik dalam mengajarkan materi Fikih kepada peserta didik

Gen Z yang cenderung memiliki karakteristik digital natives?

A. Memanfaatkan media digital interaktif seperti video, podcast, dan game edukatif dalam pembelajaran Fikih

48.  Bagaimana karakteristik utama peserta didik Generasi Alpha yang membedakannya dari Generasi Z dalam pembelajaran Fikih?

A. Generasi Alpha lebih responsif terhadap pembelajaran berbasis Al dan interaksi digital dibandingkan Gen Z.

49.  Dalam menyampaikan materi Fikih kepada peserta didik Generasi Z dan Alpha,

bagaimana cara terbaik untuk meningkatkan keterlibatan mereka?

A. Menggunakan pendekatan blended learning yang menggabungkan pembelajaran tatap muka dan digital.

50.  Bagaimana peserta didik Generasi Alpha biasanya memproses informasi

dalam pembelajaran Fikih?

A. Melalui pengalaman belajar berbasis visual, interaktif, dan pendekatan berbasis augmented reality (AR).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar